Catatan #15 Pohon Kecil di Atas Rumah Multatuli

oleh Sadah

[Kelas VI MI Al Hidayah Ciseel. Umur 13 tahun]

Pada hari Jumat

Tgl 13-05-2011 Mei

Pada hari Jumat saya melihat drama Saijah dan Adinda di sekolah MIS Al Hidayah Ciseel. Tiba-tiba hujan gerimis. Yang lain pakai payung. Saya dan Rukanah tidak memakai payung. Setelah drama selesai saya dan yang lainnya pulang. Tiba di rumah saya makan bersama ibu saya.

Setelah makan saya mencuci piring. Setelah itu saya bermain bersama Rukanah. Sesudah bermain saya pulang pukul 5.15 menit. Tiba di rumah saya mendengar azan magrib dan saya pergi ke kamar mandi. Berwudu. Setelah berwudu saya salat magrib. Setelah salat magrib saya menulis buku harian dan membaca buku komik.

Setelah itu saya langsung tidur bersama ibu saya. Beberapa kemudian saya dan ibu saya mendengarkan ayam berkokok. Dan saya langsung bangun. Dan saya langsung menyalakan api. Setelah itu saya merebus air. Setelah itu semuanya selesai saya dan ibu saya makan.

Itu kejadian hari Jumat.

Pada hari Sabtu

Tgl 14-05-2011

Pada hari Sabtu saya siap-siap untuk berangkat ke Rangkas bersama teman-teman. Saya dan teman-teman berjalan kaki di Ciseel sampai Cangkeuteuk. Setelah di Cangkeuteuk saya dan teman menunggu mobil, tapi mobilnya nggak ada. Saya dan teman-teman lainnya berjalan kaki lagi ke Cengal. Tiba di Cengal saya dan teman-teman melihat mobilnya. Saya dan teman-teman langsung naik ke mobil. Setelah itu mobilnya berjalan. Tiba di perjalanan mobilnya berhenti. Dan teman-teman yang lain pindah ke mobil lain.

Setelah itu mobilnya berjalan lagi. Tiba di Sajira dicegat Pak Polisi. Setelah itu mobilnya berjalan lagi. Setelah itu saya dan teman-teman datang ke Aula Multatuli. Tiba di Aula Multatuli saya dan teman-teman makan bersama. Setelah makan saya dan teman-teman jalan-jalan ke Alun-alun Multatuli. Tiba di Alun-alun saya melihat orang-orang kecil bernyanyi. Setelah itu saya berjalan lagi bersama teman-teman ke rumah sakit Multatuli. Setelah di rumah sakit Multatuli saya dan teman-teman jalan lagi melihat rumah Multatuli yang sudah rusak dan di sisi temboknya ada lubang dan juga ada pohon kecil di atas rumah Multauli.

Setelah itu saya dan teman-teman jalan lagi ke Ciujung. Ada jembatan kembar mobil dan motor. Dan satu lagi jembatan rel kereta. Saya melihat orang yang menyeberang dengan rakit. Tapi kelihatannya kakek-kakek yang menyeberang pakai rakit. Setelah itu saya dan teman-teman jalan lagi ke apotek Multatuli. Dan saya di sana melihat rumah bedah. Setelah itu saya dan teman-teman jalan lagi ke Perpustakaan Saijah dan Adinda. Di sana ada Bu Eneng yang punya perpustakaan. Saya dan teman-teman minum di perpustakaan. Setelah itu saya dan teman-teman pulang ke Aula Multatuli.

Tiba di Aula Multatuli saya dan teman-teman duduk sebentar. Beberapa kemudian saya dan teman-teman pulang. Tiba di perjalanan hujan besar. Semuanya pakai terpal. Tak lama kemudian mobil berhenti. Saya dan teman-teman lainnya turun dari mobil. Saya, Rukanah, Elah, Elis membeli bakso di Pasar Ciminyak. Setelah membeli bakso saya dan teman-teman naik lagi ke mobil.

Dan setelah itu mobilnya berjalan lagi. Tiba di perjalanan mobilnya yang satu lagi sudah jauh. Setelah itu mobil itu kami temui di Rasamala. Saya dan teman-teman lainnya turun terburu-buru. Dan saya langsung jalan lagi bersama teman-teman.

Saya melihat Herti mabok di jalan. Saya membantu Herti. Saya memijit pundak Herti. Setelah itu saya dan Herti jalan lagi. Teman-teman yang lain sudah jauh. Saya dan Herti jalan buru-buru karena takut ketinggalan.

Beberapa kemudian saya datang ke Cikadu dan saya di sana mendengar azan magrib. Tiba di Cikadu saya dan teman-teman yang lainnya duduk sebentar di rumah orang. Setelah itu saya dan teman-teman jalan lagi. Tiba di perjalanan saya melihat air besar dan saya tidak bisa menyeberang. Saya dan Herti menyeberang berduaan. Dan saya melihat Enun tidak bisa menyeberang dan dia duduk di tengah-tengah air besar. Karena tidak bisa menyeberang dan saya hanya melihat karena saya tidak bisa menyeberangkan Enun.

Setelah itu saya dan teman-teman duduk lagi di depan rumah orang. Saya dan teman-teman lalu jalan lagi karena takut kegelapan di jalan. Tiba di jalan Enun dijemput oleh bapaknya. Tapi dia hanya berjalan kaki bersama saya dan teman-teman. Tiba di dekat makam saya dan teman-teman buru-buru jalannya.

Tiba di Ciseel saya melihat jam di depan masjid sudah jam 7.25 menit. Tiba di rumah saya langsung mengambil handuk dan langsung mandi. Lalu mengambil air wudhu lalu salat. Dan tidak lupa berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat. Sesudah salat saya makan bersama ibu saya. Setelah makan saya tidak mencuci piring karena sudah malam. Dan saya hanya menyapu ruang makan. Setelah menyapu saya dan ibu saya main ke rumah kakak. Setelah di rumah kakak saya melihat yang ngagondang. Setelah selesai ngagondang ada lagi kosidahan. Setelah kosidahan ada yang menyanyi yaitu Bu Hindun dan Kakak Pipih.

Setelah itu selesai saya dan ibu saya langsung pulang dan langsung tidur. Beberapa lama kemudian saya mendengarkan ayam berkokok. Saya dan ibu saya langsung bangun pukul 5.15 menit dan saya langsung menyalakan api untuk memasak dan merebus air.

Setelah itu selesai saya mengambil handuk dan mengambil baju kotor. Dan saya langsung ke kamar mandi. Tiba di kamar mandi saya mencuci baju kotor. Saya mengambil piring kotor lagi untuk dicuci. Dan setelah itu saya langsung mandi. Setelah mandi saya langsung menjemur pakaian. Setelah menjemur pakaian saya langsung mengganti pakaian. Setelah itu saya langsung sarapan.

Itu kejadian hari Sabtu dan malam Minggu.

Pada hari Minggu

Tgl 15-05-2011 Mei

Pada hari Minggu saya nggak bisa ikut ke Baduy karena saya capek. Pada hari Sabtu saya kehujanan. Dan saya gara-gara kehujanan kemarin saya sakit kepala. Dan setelah itu saya membeli obat dan saya langsung minum obat itu. Dan saya sudah minum obat kepala saya tidak sakit lagi.

Setelah itu saya mencuci piring dan pakaian. Setelah selesai semuanya saya langsung mandi. Setelah mandi saya langsung menjemur pakaian. Setelah menjemur pakaian saya langsung ke dalam rumah. Tiba di dalam rumah saya mengganti pakaian. Setelah mengganti pakaian saya sarapan. Setelah sarapan saya melihat orang yang akan pergi ke Baduy.

Setelah itu saya bermain ke rumah Rukanah. Tiba di rumah Rukanah saya dan Rukanah bermain. Setelah bermain saya pulang. Tiba di rumah saya melihat rumah berantakan dan saya langsung membereskan dan mencuci piring yang kotor.

Setelah magrib saya melihat orang-orang kumpul dan saya langsung ke sana. Tiba di sana melihat poto-poto yang diketahui, seperti Gunung Krakatau dan yang lainnya. Dan Mas Tommas Titus Kurniawan meminta orang-orang yang naik ke panggung Elah, Imong, Pupuh, dan yang lainnya.

Tiba di panggung dia diberi poto zaman dahulu dan dia disuruh menempelkan warna-warna. Dan setelah itu selesai saya dan lainnya mendengarkan orang-orang Cigaclung bersorak-sorai karena orang-orang Cigaclung ingin segera melihat pilm Max Havelaar.

Tiba-tiba pilmnya sudah dimulai. Dan orang-orang Cigaclung bersorak-sorai lagi. Tiba-tiba semuanya melihat pilm Max Havelaar. Setelah itu pilm Max Havelaar selesai diganti lagi pilm pocong rumah angker. Beberapa kemudian saya melihat jam sudah jam 1.15 menit. Dan saya segera pulang. Tiba di dapur rumah saya membangunkan ibu karena saya tidak bisa masuk karena pintunya dikunci semuanya. Dan ibu saya langsung bangun dan ibu saya membuka pintunya. Tiba dibuka pintunya aku langsung masuk. Tiba di dalam rumah saya langsung tidur bersama ibu saya. Saya tidur pukul 2.25 menit.

Beberapa kemudian saya dan ibu saya mendengarkan ayam berkokok dan ibu saya langsung bangun. Saya nggak bangun bersama ibu karena saya ngantuk. Karena saya semalam lagi nonton pilm Max Havelaar.

Itu kejadian hari Minggu dan malam Senin.

Share on Google Plus

About mh ubaidilah

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment