Tentang Kami

TAMAN BACA MULTATULI merupakan komunitas belajar independen. Yang mengadakan berbagai aktivitas berhubungan dengan pustaka, seni-sastra, jurnalistik, seni rupa, dan drama. 

Multatuli dijadikan nama taman baca ini sebab secara historis, dia “aku yang banyak menderita” ini pernah menjadi Asisten Residen di Lebak tahun 1856. Selain itu, aktivitas yang memulai di taman baca ini, yaitu pembacaan novel Max Havelaar yang merupakan salah satu karya Multatuli. Novel yang menyuarakan pembelaan terhadap rakyat tertindas. Novel yang ditulis Multatuli setelah terjadinya “insiden Lebak”. 
 
Kampung Ciseel RT 02/05 Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, adalah lokasi kami yang menempati tanah seluas 90 meter persegi dengan ruang baca seluas 7x4 meter, 3x2,5 meter kamar tidur, dan 2,5x3 meter dapur dan kamar mandi. Tempat baru ini kami tempati sejak 23 Oktober 2012. Sebelumnya kami menempati ruangan seluas 3x5 meter persegi di rumah milik Pak RT Syarif yang dikontrak tiap bulan sejak 10 November 2009.

Kami mengharap para anggota Taman Baca Multatuli yang semuanya masih murid SD, SMP, dan SMA  ini, bisa mencintai kegiatan belajar serta gemar membaca maupun menulis. Juga bisa dan mampu menyerap semangat kejujuran seperti yang digambarkan Multatuli dalam novel Max Havelaar.

Koleksi Taman Baca Multatuli berupa buku-buku didapat dari membeli dan sumbangan. Hingga kini tersedia cerita anak-anak, remaja, dan dewasa. Seperti komik, majalah anak, buku dongeng, dan karya sastra. Juga tersedia beberapa permainan. Kini tersedia novel Max Havelaar dalam enam bahasa, di antaranya Indonesia, Belanda, Jerman, Italia, Inggris, dan Sunda. Juga kumpulan tulisan berupa makalah, esai, dan artikel terkait MULTATULI.